PESISIR SELATAN — Pembangunan Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok 1 di Kabupaten Pesisir Selatan mulai memasuki tahap pengerjaan awal dan menjadi perhatian besar masyarakat setempat. Proyek strategis yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat tersebut diharapkan mampu membuka akses penghubung antarwilayah yang selama ini sulit dilalui warga, terutama ketika debit sungai meningkat saat musim hujan.
Di lokasi pekerjaan, aktivitas pembangunan sudah mulai terlihat dengan hadirnya alat berat, material konstruksi, serta pengerjaan pondasi dasar jembatan. Sejumlah pekerja tampak melakukan penataan batu split, rangka besi, dan kebutuhan konstruksi lainnya sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan infrastruktur penghubung tersebut.
Berdasarkan data papan proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan jembatan gantung itu dilaksanakan oleh CV. Taman Karya Manggala dengan pengawasan konsultan supervisi PT. Jakarta Rencana Selaras KSO bersama PT. Afiza Billimko Konsultan. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp10.552.961.094 yang bersumber dari APBN Tahun 2025–2026 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender sejak diterbitkannya SPMK pada 12 November 2025.
Kehadiran proyek ini disambut antusias masyarakat karena selama bertahun-tahun warga mengalami keterbatasan akses penyeberangan menuju sejumlah wilayah penting. Saat cuaca buruk maupun arus sungai meningkat, mobilitas masyarakat sering terganggu sehingga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, sosok Buk Gina Tampubolon selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Gantung menjadi perhatian masyarakat. Buk Gina disebut aktif melakukan pengawasan serta koordinasi dengan pihak pelaksana dan konsultan agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Peran Buk Gina Tampubolon dinilai cukup penting dalam memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga, mulai dari pengawasan material, pengerjaan pondasi, hingga progres teknis di lapangan. Pengawasan ketat dilakukan agar jembatan gantung yang dibangun benar-benar kokoh dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan tersebut nantinya mampu membawa perubahan besar terhadap perekonomian warga pedalaman Pesisir Selatan. Selama ini hasil pertanian dan aktivitas perdagangan warga kerap terkendala akibat terbatasnya akses penghubung antarwilayah.
Selain memberikan manfaat jangka panjang, keberadaan proyek pembangunan jembatan gantung itu juga mulai memberikan dampak ekonomi sementara bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga lokal ikut terlibat sebagai tenaga kerja harian maupun dalam kebutuhan distribusi material proyek sehingga membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat setempat juga berharap pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan hingga selesai sesuai target pemerintah. Mereka meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga kualitas pekerjaan agar jembatan nantinya benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.
Pembangunan Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok 1 dinilai menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan konektivitas di daerah yang masih membutuhkan akses memadai. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dengan progres pembangunan yang mulai berjalan, masyarakat kini menaruh harapan besar terhadap hadirnya akses penghubung yang lebih aman dan permanen. Sosok Buk Gina Tampubolon sebagai PPK Jembatan Gantung pun dinilai memegang peran penting dalam mengawal keberhasilan proyek strategis tersebut demi kepentingan masyarakat.
EYS
